PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIS BAGI TENAGA KESEHATAN SEBAGAI SURVEIOR AKREDITASI FKTP ANGKATAN KE-2 TAHUN 2018

Untuk meningkatkan pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) khususnya Puskesmas, Klinik Pratama dan praktik dokter/dokter gigi kepada masyarakat, dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan. Upaya tersebut antara lain dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan. Akreditasi merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan FKTP yang dilakukan oleh lembaga independen yang diberikan kewenangan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Pentingnya mutu pelayanan kesehatan di puskesmas karena puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar (Gate Keeper) dan juga merupakan fasilitas kesehatan yang output kegiatannya berkaitan langsung dengan indikator program prioritas: SPM, PIS-PK, SDGS serta merupakan fasilitas kesehatan terdepan yang melaksanakan kebijakan paradigma sehat. Dengan meningkatnya mutu pelayanan kesehatan di puskesmas diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi atau mencegah peningkatan biaya kesehatan (promotif dan preventif)

Dalam pelaksanaan akreditasi Puskesmas dilakukan penilaian terhadap manajemen Puskesmas, penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat, dan pelayanan klinis yang merupakan upaya kesehatan perseorangan dengan menggunakan standar akreditasi Puskesmas yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sedangkan untuk pelaksanaan akreditasi klinik pratama dan praktik dokter/dokter gigi dilakukan penilaian terhadap kepemimpinan dan manajemen klinik dan pelayanan klinis. Penilaian tersebut dilaksanakan melalui survei akreditasi yang dilakukan oleh tim surveior akreditasi FKTP sesuai dengan kriteria telah ditetapkan oleh Komisi Akreditasi FKTP.

Saat ini telah tersertifikasi akreditasi 4511 Puskesmas di 3596 kecamatan, 468 Kab/Kota, 34 Provinsi. Berdasarkan alokasi dana DAK non Fisik Akreditasi Puskesmas tahun 2018,  rencana survei Puskesmas berjumlah 2981. Selain itu  klinik pratama yang akan disurvei diperkirakan mencapai 2500. Surveior akreditasi FKTP yang sudah tersedia saat ini berjumlah 643 orang yang tersebar di 34 provinsi. Untuk memenuhi kebutuhan tim surveior yang kompeten perlu dilaksanakan peningkatan kemampuan teknis bagi tenaga kesehatan sebagai surveior akreditasi FKTP yang tersertifikasi dalam pemenuhan ketersediaan tenaga surveior. Tahun 2018 direncanakan akan dilaksanakan peningkatan kemampuan teknis bagi tenaga kesehatan sebagai surveior akreditasi FKTP sebanyak 6 (enam) angkatan dengan jumlah peserta total 216 orang.

Perekrutan dilakukan oleh Komisi Akreditasi AKTP secara online melalui sistem SIAF dengan tata cara dan mekanisme seleksi mengacu pada Surat Pengumuman Ketua Komisi Akreditasi FKTP per tanggal 15 Januari 2018. Verifikasi berkas dilakukan secara bergelombang.

Untuk Peningkatan Kemampuan Teknis Bagi Tenaga Kesehatan Sebagai Surveior Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP) Angkatan II Tahun 2018 ini, dilakukan verifikasi berkas gelombang II terhadap pelamar yang memasukkan lamaran dari tanggal 17 Januari 2018 s.d 7 Februari 2018 melalui aplikasi SIAF. Jumlah pelamar yang masuk adalah sebanyak 799 orang. Setelah dilakukan seleksi tahap I (seleksi administrasi) didapatkan peserta sebanyak 35 orang yang dipanggil mengikuti seleksi tahap II.

Peningkatan kemampuan teknis bagi tenaga kesehatan sebagai surveior akreditasi FKTP angkatan ke-2 sudah dilaksanakan pada tanggal 27 Februari s.d 10 Maret 2018 di Hotel Novotel Semarang. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Nomor: YM.02.01/VI.1/481/2018 perihal Undangan Peserta, dengan peserta sebanyak 35 orang, yang berasal dari 16 provinsi dengan rincian: Aceh: 5 orang , Sumbar: 3 orang ,  Sumsel: 1 orang,  Bengkulu: 3 orang,  Lampung: 3 orang , 1 Babel: 1 orang,  Jabar: 3 orang,  DKI: 2 orang,  Jateng: 1 orang,  Jatim: 3 orang, 1 Banten: 1 orang,  NTT: 1 orang,  Kaltim; 1 orang, Kalsel: 2 orang,  Kaltim: 1 orang,  Gorontalo: 2 orang, serta peserta pusat: 1 orang. Kegiatan dibuka oleh Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, dr. Eka Viora, Sp.KJ. Pada hari ke-4 kegiatan, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS berkenan memberikan arahan kepada peserta yang menekankan pentingnya mematuhi kode etik surveior akreditasi FKTP pada saat melaksanakan survei dan berharap agar para surveior dapat menjadi role model dalam peningkatan mutu dan penerapan keselamatan pasien di pelayanan kesehatan. Penutupan kegiatan juga dilakukan oleh Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayan Kesehatan, dr. Eka Viora, Sp.KJ

Indikator keberhasilan kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Bagi Tenaga Kesehatan Sebagai Surveior Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP) Angkatan II Tahun 2018 ini adalah terlaksannya seluruh kegiatan pembelajaran dan praktik kerja lapangan di dua Puskesmas yaitu Puskesmas Gunungpati dan Puskesmas Bangetayu di Kota Semarang.

Output dari kegiatan ini adalah terlatihnya 35 orang surveior akreditasi FKTP. Ke 35 orang peserta yang dinyatakan lulus sebagai surveior akreditasi FKTP telah menandatangani surat pernyataan akan mematuhi kode etik surveior akreditasi FKTP dan menandatangani pakta integritas akan mematuhi kode etik surveior akreditasi FKTP dalam melaksanakan survei akreditasi FKTP.

Selanjutnya ke 35 orang surveior akreditasi FKTP yang baru lulus diharapkan segera membuat surat lamaran ke Komisi Akreditasi FKTP dengan melampirkan fotocopy sertifikat kelulusan agar dapat ditugaskan oleh Komisi Akreditasi FKTP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *